Saturday, 3 January 2009

Kembang Api

Kembang api sudah habis. Tak ada lagi bintang luncur dengan suara gaduh dan asap mengepul. Mungkin yang tinggal sekarang hanya arang kelam terserak di tanah.

Pesta telah usai. Simpan terompetmu. Agar kau ingat pada tahun baru. Pada hidup yang sedang menunggu. Ada harapan dan doa yang dijunjung. Juga ada perjalanan yang harus ditempuh.

Kembang api adalah penanda. Seperti letusan pistol pada mula lomba. Tapi ini bukan tentang mencari pemenang. Siapapun yang lebih kuat diantara kita, kita bahagia karenanya.

2 comments:

beradadisini said...

saya suka komentarmu di blog saya perihal kembang api dan cinta. oh, ya, arang yang terserak di tanah juga masih bisa digunakan untuk membuat lukisan wajah kekasih di atas kanvas ;)

ezrasatya mayo said...

ah, tdk prnah terpikir sbelumnya.
mari menggambar :)
saya ikut senang kalo gambarmu bagus