Thursday, 21 May 2009

Tentang Gelap

Pekat. Dalam ketiadaan cahaya, tak ada yang terlihat. Tunggu satu detik, lima detik, tiga menit, mungkin mata ini sedang berusaha menyesuaikan diri. Tidak berhasil. Ternyata tubuh ini tidak semenakjubkan itu.

Adakah orang lain di sini? Adakah wujud lain saat ini? Aku tidak dapat merasakan kehadiran 
energi di luar diri. Bahkan belakang leherku tidak meremang. Mungkinkah alarm alami tubuhku pun ikut berkhianat? Aku sendiri -atau setidaknya itu yang kukira.

Mendenguslah, mencicitlah. Cubit lenganku atau tampar saja pipi kiriku. Bahkan bila kau 
meruapkan bau busuk sekalipun, aku takkan mencegahmu. Bagiku pengetahuan akan keberadaanmu lebih penting. Karena kegelapan hanya akan membuatku berpikir bahwa selama aku tidak bisa melihatmu, maka kau pun begitu.


Berbohonglah padanya. Kadang kebenaran tidak tertanggungkan.
Katakan bukan yang sesungguhnya. Kadang kebenaran itu perih.
Kadang ketidaktahuan membuat nyaman. Kau tidak ingin tahu apa yang mereka lakukan pada 
balok es yang besar itu sebelum mereka memasukkannya ke dalam segelas air jerukmu untuk 
menjadikannya dingin.
Nyaman.. tapi gelap.

17 comments:

ine said...

Seringkali kegelapan membuat saya bisa menikmati keindahan 'dunia' lain *halah*. Tapi kalo kegelapannya dalam segelas air jeruk jangan2 ada campuran olinya lagi.... Jangan diminumlah bisa mabok...Hehehehe...Peace.

Kemana aja pak, tulisannya ditunggu2 nih.

ceritaeka said...

But everywhere honesty is the best policy..
Kebohongan dalam kegelapan hanya bom waktu yang siap meledak suatu waktu
dan efek bom itu jauh lebih gelap dan menyakitkan...'


Salam, EKA

Nia said...

As much as I definitely enjoy solitude.

ezra said...

ine:
iya. itulah keindahan gelap.
tp kamu ga perlu minum oli kok untuk menghayati pekat. hehe.. piss

eka:
that's so true. it's just the way you say it

nia:
setiap orang punya guanya masing2. enjoy..!!

Jenny Jusuf said...

Gue baca entri ini sambil denger lagu 'Negeri di Awan' -- abis itu baru nyadar, pantes susah bener konsennya. ;-D

Kebenaran itu perih, gue setuju. Itu sebabnya gue udah lama berhenti jajan minuman dingin di pinggir jalan... hanya untuk menemukan, minggu lalu, sebongkah es bernoda kuning kecokelatan di minuman yang gue beli di restoran.

Membayar 2000 perak dan tertipu memang menyebalkan. Membayar 20.000 dan tetap tertipu... Perih.

*dramatis bener yak ;-D*

Verifikasi: hexpectu. Expect nothing. ^_^

.putt. said...

jadi inget ada yg pernah bilang ke saya:
"if there's something I don't tell you, don't call it as a secret or lie. it's understanding"

tapi jadi dilema juga yah. ahh, bingung.

ezra said...

jj:
ahahaha.. perih bener. tp kamu blm prna merasakan es buah rasa comberan, kan? well, i have.. :|
tp tetep aja saya suka minum es jeruk di pinggir jalan. kamu tau, kamu ga boleh trlalu higienis, nanti antibodimu ga bkerja. hehe..

putt:
nice words there.
umm.. buat aku, boleh jujur asal ga telanjang

Jenny Jusuf said...

BOK! Serius kau, es buah rasa comberan?! *merindingdisko*

azie said...

di kegelapan kita mudah melihat cahaya. paling gak, kita mudah peka.

ezra said...

jj:
sbenernya bkn rasa comberan c, tp bau comberan.
waktu dikembaliin ke yg jual, masnya malah nawarin diganti sama kolak.
mas, kau ini orang bodoh atau hanya batu besar berbentuk manusia?

azie:
iya, lebih peka. tp brati perihnya malah terasa berlipat-lipat dong

friend said...

kadang orang benci pada kejujuran. kejujuran itu pahit!! makanya banyak orang membungkus kejujuran itu agar ada orang yang mau menelannya.

scandalous said...

he3, jangan gelap2an ah eZ.
habis gelap terbitlah terang. belum terangkah dunia kita sekarang?

*ngomongapato?

Yoes Menoez said...

"Kadang ketidaktahuan membuat nyaman"
Kalau pura-pura tdk tahu pasti pura-pura nyaman ya?
Kalau tidak mau tahu? Auk ah...GELAP !
*mikir smbl garuk2 idung* jadi oleh2 hiatusnya gelap2an gini yah...

ezrasatya mayo said...

friend:
saya jadi membayangkan kapsul obat ;)

scandalous:
i'm not d light. i'm just a window, remember?

yoes:
kalo abis hiatus tau2 terang, nanti bisa shock, mbak :)

Marshmallow said...

bukankah telah dikatakan, katakanlah (kebenaran itu) walaupun pahit?
tapi seringkali kegelapan dan ketidaktahuan itu lebih membuat nyaman. tidak ada hukum buat yang tidak tahu, tapi wajib hukumnya bagi manusia untuk mencari tau. :P

ezra said...

marshmallow:
setuju, uni. tidak mau tahu dekat dgn kebodohan

Mood said...

Kebohongan bisa membuat hati gelap dan kotor.